BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2011

HUKUM NEWTON

BAB II

PEMBAHASAN

A Penerapan Hukum – Hukum Newton Tentang Gerak Dalam kehidupan

Hukum gerak Newton ada tiga hukum dalam fisika yang menjadi dasar mekanika klasik. Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya. Hukum ini telah dituliskan dengan pembahasaan yang berbeda-beda selama hampir 3 abad dan dapat dirangkum sebagai berikut:

  1. Hukum Pertama: setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan kecuali ada gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut. Berarti jika resultan gaya nol, maka pusat massa dari suatu benda tetap diam, atau bergerak dengan kecepatan konstan (tidak mengalami percepatan).
  2. Hukum Kedua: sebuah benda dengan massa M mengalami gaya resultan sebesar F akan mengalami percepatan a yang arahnya sama dengan arah gaya, dan besarnya berbanding lurus terhadap F dan berbanding terbalik terhadap M. atau F=Ma. Bisa juga diartikan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan turunan dari momentum linear benda tersebut terhadap waktu.
  3. Hukum Ketiga: gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik, dan segaris. Artinya jika ada benda A yang memberi gaya sebesar F pada benda B, maka benda B akan memberi gaya sebesar –F kepada benda A. F dan –F memiliki besar yang sama namun arahnya berbeda. Hukum ini juga terkenal sebagai hukum aksi-reaksi, dengan F disebut sebagai aksi dan –F adalah reaksinya.

Hukum – hukum Newton tentang Gerak dapat menjelaskan beberapa peristiwa gerak dalam kehidupan sehari hari.Sebagai contoh mengapa setiap pengendara mobil di anjurkan memakai sabuk pengaman .

Gambar :pengendara mobil memekai sabuk pengaman.

1).Menurut Hukum Newton I.

Hukum I: Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja untuk mengubahnya.

Menurut hukum Newton I suatu benda akan cendrung mempartahankan kedudukannya.Jika benda diam cenderung tetap diam dan jika benda bergerak maka akan cenderumg terus bergerak.

Dalam keseharian kita sering mengalami efek kelambaman,Efek kelambaman atau inersia adalah sifat benda yang cenderung mempertahankan keadaan geraknya (diam atau bergerak ),hanya kita tidak pernah menyadarinya.ketika kita berdiri dalam bus yang sedang melaju kencang kemudian supir menginjak rem sekaligus,untuk menghentikan mobil,apa yang tejadi ?maka kita akan terdorong kedepan,mengapa ?Sesuai hukum kelambaman kita yang sedang begerak kedepan bersama bus cendrung mempertahakan gerak ke depan ,Ketika bus berhenti mendadak kita tetap mempertahankan gerak ke depan.Sebagai akibat nya kita terdorong ke depan .Dari penjelasan itu jelas bahwa benda yang tidak dikenai gaya akan melngami dua kemungkinan yaitu benda diam akan tetap diam dan benda yang bergerak akan ber GLB .

Ketiaka naik mobil maka akan terjadi 2 kemungkinan,yang pertama mobil diam tiba tiba bergerak dan ketika melaju kencang tiba tiba mobil di rem mendadak.Pada kemungkinan pertama (mobil diam tiba tiba bergerak ),tidak terlalu berbahaya karena Tubuh akan tertahan oleh jok mobil ,tetapi kemungkinan kedua (mobil tiba-tiba di rem) sangat berbahaya karena tubuh cenderung bergerak dan jika tidak memakai sabuk pengaman tubuh akan terhenyak pada dashboard.Seorang akan mengalami gaya tekan dashboard mobil sekitar 10 kali berat badannya jika dihentikan mendadak pada kelajuan70 km/jam. Dengan memakai sabuk pengaman maka akan meminalisai kecelakaan.

Contoh lain Hukum Newton I dalam kehidupan sehari hari :Sewaktu kita sedang naik sepeda motor.bila sepada itu tiba-tiba bergerak,Maka tubuh kita terdorong kebelakang .Hal itu disebabkan tubuh kita cendrung mempertahankan keadaan semula,Yaitu diam.demikian pula bila sepeda motor direm mendadak ,maka tubuh kita terdorong kedepan .hal ini disebabkan karena tubuh kita cendrung mempertahankan keadaan semula,yaitu sedang bergarak. Begitu juga Benda diam yang ditaruh di meja tidak akan jatuh kecuali ada gaya luar yang bekerja pada benda itu.

2).Menurut Hukum Newton II

Hukum Newton II berbunyi : Jika resultan gaya pada suatu benda tidak sama dengan nol, maka benda akan bergerak dengan percepatan sebesar resultan gaya dibagi masa

Mengapa sepeda balap dirancang seringan mungkin? Sepeda Balap Dibuat Seringan Mungkin Menurut Hukum II Newton semakin ringan sepeda yang digunakan, semakin sedikit gaya yang harus diberikan agar sepeda melaju dengan percepatan tertentu. Semakin ringan sepeda berarti waktu yang diperlukan untuk mencapai kecepatan tertentu juga semakin cepat atau dapat dikatakan akselerasinya tinggi. Hal ini tentunya juga dapat menghemat tenaga bagi pembalap Karena itu, sepeda balap dibuat dari bahan khusus yang sangat kuat, tetapi juga sangat ringan.Hukum Newton II tentang gerak juga menjelaskan mengapa sebuah mobil kecil memiliki pemakain bensin yang lebih irit dari pada mobil besar .Misalnya percepatan kedua mobil adalah 1 m/ .Masa kecil adalah 750 kg.Massa mobil besar adalah 1000 kg.menurut hukum Newton II,gaya yang di butuhkan oleh mobil kecil adalah 750 kg x 2 m/ = 1500 kg/ m/ atau 1500 N,sedangkan gaya yang di butuhan oleh mobil besar adalah 1000 kg x 2 m/ = 2000 kg m/ atau 2000 N.Tampak bahwa lebih banyak bensin perlu di bakar pada mesin mobil yang besar untuk menghasilkan gaya tambahan.

Contoh lain Hukum Nuwton II dalam kehidupan sehari hari :

a ).Ketika kita mendorong meja hingga bergerak,mula mula meja diam ,karena tidak ada gaya yang bekerja.Setelah di dorong atau di beri gaya ,barulah meja bergerak.Makin kuat kita mendorongnya ,meja bergerak makin cepat (terjadi percepatan).sebaliknya makin pelan kita mendorongnya.meja bergerak makin lambat ,berarti terjadi perlambatan atau percepatan negatif.

Gambar : Benda akan bergerak apabila ada daya dorong

b ).Ketika kita menggelindingkan bola dilantai.Mula mula bola bergerak dengn cepat,kemudian lama kelamaan bola melambat dan berhenti .bola ini tidak bergerak dengan konstan.Sesaat setelah digelindingkan ,bola bergerak makin cepat.Ketika itu gaya yang di berikan pada bola lebih besar dari pada gaya gesekan.namun lama kelamaam bola akan melambat karena gaya gesekan menjadi melambat

3).Menurut Hukum Newton III

Hukum ketiga Newton : Untuk setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah: atau gaya dari dua benda pada satu sama lain selalu sama besar dan berlawanan arah.

Mengapa seorang karateka harus mempunyai kuda-kuda yang kokoh? Karateka dan Kuda-kudanya Menurut Hukum III Newton, setiap ada aksi selalu ada reaksi.

Dengan kuda-kuda yang baik, seorang karateka seolah-olah menyatu dengan lantai sehingga inersianya besar. Dengan demikian, tidak mudah roboh ketika terpukul lawan.

Benda apapun yang menekan atau menarik benda lain mengalami tekanan atau tarikan yang sama dari benda yang ditekan atau ditarik. Kalau anda menekan sebuah batu dengan jari anda, jari anda juga ditekan oleh batu. Jika seekor kuda menarik sebuah batu dengan menggunakan tali, maka kuda tersebut juga "tertarik" ke arah batu: untuk tali yang digunakan, juga akan menarik sang kuda ke arah batu sebesar ia menarik sang batu ke arah kuda.

Hukum ketiga ini menjelaskan bahwa semua gaya adalah interaksi antara benda-benda yang berbeda maka tidak ada gaya yang bekerja hanya pada satu benda. Jika benda A mengerjakan gaya pada benda B, benda B secara bersamaan akan mengerjakan gaya dengan besar yang sama pada benda A dan kedua gaya segaris.

Hukum Ketiga Newton. Para pemain sepatu luncur es memberikan gaya pada satu sama-lain dengan besar yang sama tapi berlawanan arah.

Seperti yang ditunjukan di diagram, para peluncur es (Ice skater) memberikan gaya satu sama lain dengan besar yang sama, tapi arah yang berlawanan. Walaupun gaya yang diberikan sama, percepatan yang terjadi tidak sama. Peluncur yang massanya lebih kecil akan mendapat percepatan yang lebih besar karena hukum kedua Newton. Dua gaya yang bekerja pada hukum ketiga ini adalah gaya yang bertipe sama. Misalnya antara roda dengan jalan sama-sama memberikan gaya gesek.

Secara sederhananya, sebuah gaya selalu bekerja pada sepasang benda, dan tidak pernah hanya pada sebuah benda. Jadi untuk setiap gaya selalu memiliki dua ujung. Setiap ujung gaya ini sama kecuali arahnya yang berlawanan. Atau sebuah ujung gaya adalah cerminan dari ujung lainnya.

Contoh lain yang sehari hari:

Hukum III newton: Kamu memukul tanganmu ke tembok dan tangamu sakit,Mobil bertyubrukkan mengalami gaya aksi dan reaksi yang sama,
namun opercepatan yang berbeda tergantung massanya,Kita dapat berjalan karena ada gaya aksi reaksi!!!, Ketapel, dll

Apa sajakah aplikasi Hukum I, II dan III Newton dalam bidang pekerjaan? Hukum I, II dan III Newton amat diperlukan dalam berbagai bidang pekerjaan terutama yang berkaitan dengan mekanika. Perancangan dan konstruksi bangunan misalnya banyak memanfaatkan Hukum I dan III Newton tentang gerak karena konstruksi bangunan lebih banyak memerlukan kajian statika atau mekanika pada benda-benda diam. Sementara, para insinyur yang bekerja dengan benda-benda bergerak sering memerlukan perhitungan yang cermat terkait dengan penerapan Hukum II Newton tentang gerak.

FISIKA

PEMBAHASAN

A. Pengertian zat

Zat adalah segala sesuatu yang mempunyai massa dan menempati ruang. Sifat zat dapat dilihat dari dua sisi, yaitu:

1. Berdasarkan wujudnya, zat terbagi kedalam 3 komponen:

Semua benda terdiri atas zat atau materi, yaitu segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa, berdasarkan wujudnya, zat dibedakan menjadi zat padat, cair, dan gas.

a. Zat Padat

Zat padat ialah benda yang jika dipindahkan ke tempat lain, benda tersebut tidak mengalami perubahan. Seprti: meja, kursi, dan buku. Artinya, bentuk dan volume benda padat tetap. Akan tetapi, hal itu bukan berarti bentuk beda padat tidak dapat berubah. Bentuk benda padat akan berubah jika mencair, dipotong, dan diremuk.

Setiap jenis benda padat mempunyai karakteristik tertentu. Karakteristik yang dimaksud meliputi tingkat kekerasan, kemampuan menghantarkan kalor (panas), dan kemampuan menghantarkan listrik. Sebagai contoh, untuk membangu rumah, kita harus memilih benda padat yang keras dan kuat, misalnya kayu dan batu; untuk membuat alat-alat masak, kita harus memilih benda padat yang mempunyai kemampuan menghantarkan panas baik, misalnya aluminium; untuk membuat kabel, kita harus memilih benda padat yang mempunyai kemampuan menghantarkan listrik baik, misalnya tembaga.

Ada beberapa benda padat yang berubah bentuk jika ditarik atau direnggangkan, misalnya karet gelang, dawai dan pegas.jika tarikan atau regangan dilepaskan, benda-benda itu akan kembali kebetuk semula. Benda-benda seperti itu disebut elastis. Benda elastis mempunyai batas elastisitas tertentu. Artinya, benda elastis tidak dapat kembali kebentuk semula jika ditarik dengan gaya yang besar sehingga melebihi batas elstisnya. Selain itu, ada juga benda tidak elastis. Benda tidak elastis, adalah benda yang tidak dapat kembali kebentuk semula jika ditarik atau ditekan, contohnya lilin dan tanah liat. Dengan kata lain, perubahan bentuk benda tidak elastic bersifat permanen.

b. Zat cair.

Zat cair ialah benda yang jika dipindahkan ke tempat lain, benda tersebut akan mengalami perubahan. Seperti: air, minyak tanah, dan bensin. Satu liter zat cair jika kita masukan kedalam botol, bentuknya akan seperti botol; jika kita masukan kedalam ember, bentuknya akan mengikuti seperti ember. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa bentuk zat cair selalu berubah sesuai dengan tempatnya, sedangkan volumenya tetap.

Zat cair yang sangat penting bagi kehidupan adalah air. Seluruh metabolisme dalam tubuh makhluk hidup tidak dapat berlangsung tanpa air. Sekitar 70% tubuh manusia tersusun atas air. Kandungan air dalam organ-organ tubuh manusia berbeda-beda. Sebagai contohnya otak manusia mengandung 80% air, sedangkan gigi hanya mengandung air 10%. Sebagian besar bumi terdiri atas air. Hampir tiga perempat permukaan bumi tertutup oleh air dalam bentuk laut, danau, telaga, dan sungai.

c. Gas

Contoh benda gas ialah udara yang ada disekeliling kita. Gas tidak memiliki bentuk dan volume yang tetap. Oleh karena itu, gas harus ditempatkan dalam wadah yang tertutup rapat. Jika wadahnya bocor, gas menyebar kemana-mana. Didalam wadahnya, gas menyebar secara merata diseluruh ruangan wadah, berapa pun besar ukuran wadah. Penyebaran gas diseluruh ruangan yang ditempatinya disebut difusi. Akibat adanya difusi kita dapat mencium harumnya minyak wangi, makanan yang sedang dimasak, dan bau busuk kotoran. Difusi dapat menembus dinding balon karet, terbukti pada karet yang sudah ditiup, kemudian diikat erat-erat, akhirnya akan kempis dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Gas yang ditiupkan dalam balon, akan memenuhi ruangan dalam balon. Demikian juga jika ditiupkan pada kantong plsatik atau ban sepeda. Dengan kata lai, udara selalu memenuhi ruanagan yang ditempatinya. Itulah sebabnya, baik bentuk maupun volume gas selalu berubah sesuai dengan yang ditempatinya.

2. Berdasarkan susunan partikelnya:

Suatu zat dapat mempunyai wujud berbeda walaupun partikelnya sama. Misalnya partikel Es batu akan sama dengan partikel air dan uap air. Itulah sebabnya air dapat memiliki tiga wujud. peristiwa perubahan wujudzat sangat membantu kehidupan manusia.

Setiap zat tersusun atas partikel-partikel yang disebut atom. Beberapa atom membentuk molekul. Molekul adalah bagian terkecil dari suatu zat yang masih mempunyai sifat zat itu. Molekul didalam zat selalu bergerak sehingga memiliki energy. Susunan dan sifat partikel menentukan wujud zat, yaitu padat, cair, dan gas.

a. Sifat zat cair

- Letak molekulnya sangat berdekatan

- Susunan molekulnya teratur

- Gaya tarik menariknya sangat kuat

- Tidak bisa bergerak bebas.

- Mempunyai bentuk dan volume yang tetap

- Dapat memuai jika dipanaskan.

b. Sifat zat cair

- Letak molekulnya berdekatan

- Susunan molekulnya tidak teratur

- Gerak molekulnya lebih bebas,berpinah-pindah tempat.

- Gaya tarik-menariknya tidak begitu kuat.

- Dapat memuai jika dipanaskan.

c. Sifat gas

- Letak molekulnya sangat berjauhan

- Susunan molekulnya tidak teratur

- Gerak molekulnya sangat bebas sehingga dapat memenuhi ruangan.

- Gaya tarik-menariknya sangat kecil.

- Dapat memuai jika dipanaskan.

Partikel suatu zat dapat digambarkan seperti sebuah bus dengan penumpangnya. Pada saat kursi bus terisi penuh, penumpang tidak dapat berpindah kursi, hal itu merupakan gambaran partikel zat padat. Pada saat kursi sebagian kosong, penumpang dapat berpindah tempat duduk. Hal itu merupakan gambaran partikel zat cair. Dan pada saat kursi banyak kosong, penumpang dapat bebas berpindah tempat duduk, ini merupakan model partikel zat gas.

Berdasarkan teori partikel zat, kita dapat menjelaskan perubahan wujud zat dengan mudah.partikel-partikel zat padat akan makin cepat geraknya jika dipanaskan. Kecepatan gerak ini akan bertambah terus jika pemanasan dilakukan terus-menerus sampai akhirnya partikel-partikel tersebut dapat lepas dari gaya yang mengikatnya. Itulah sebabnya, zat padat akan mencair jika dipanaskan dan zat cair akan menguap jika dipanaskan.

Gerak partikel-partikel zat akan makin lambat jika didinginkan. Akibatnya, jarak antarpartikelnya makin berdekatan. Dekatnya jarak antarpartikel tersebut menyebabkan pengaruh gaya antarpartikel makin kuat.

perencanaan pembelajaran

Mengelola Pembelajaran Secara Efektif

A. Pengertian Pengelolaan Pembelajaran
Kegiatan merupakan salah satu komponen yang harus ada, selain kurikulum dan hasil belajar penilaian berbasis kelas dan pengelolaan kurikulum berbasis madrasah, kegiatan pengelolaan pembelajara merupakan gagasan-gagasan pokok tentang kegiatan pembelajaran yang akan dijadikan sebagai pedoman untuk tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ditetapkan serta memuat gagasan-gagasan pedagogis dan andragogis untuk mengelola pembelajaran agar berjalan secara efektif dan efisien.

B. Prinsip-Prinsip Pengelolaan Pembelajaran
Dalam pengelolaan pembelajaran guru ikut bertanggung jawab untuk menciptakan motivasi yang mendorong prakarsa motivasi siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran,guru harus memperhatikan beberapa prinsip kegiatan pembelajaran sebagai berikut :

1. Berpusat Pada Siswa
Setiap siswa yang berbeda-beda kepribadian telah ada dalam dirinya minat
(interest), kemampuan (ability), kesenangan (preference), pengalaman (experience) dan cara belajar (learning style) yang beda antara siswa yang satu dengan yang lainnya.
2. Pembalikan Makna Belajar
Dalam konsep tradisional belajar hanyalah diartikan penerimaan informasi oleh peserta didik dan sumber belajar, dalam kurikulum berbasis kompetensi makna belajar tersebut harus dibalik dimana belajar diartikan sebagai proses aktifasi dan kegiatan dan kegiatan siswa dalam membangun pengetahuan dan pemahaman terhadap informasi atau pengalaman.
3. Belajar Dengan Melakukan
Aktifitas siswa akan sangat ideal bila dilakukan dalam kegiatan nyata yang melibatkan dirinya terutama untuk mencari dan menemukan, serta mempraktekannya sendiri.
4. Mengembangkan Kemampuan Sosial Kognitip Dan Emosional
Dalam kegiatan pembelajaran siswa-siswa harus dikondisiskan dalam suasana interaksi dengan yang lain, seperti antara siswa dengan guru.
5. Mengembangkan Keingintahuan
Manusia terlahir memiliki rasa ingintahu, dan imajinasi yang dimiliki siswa merupakan modal dasar untuk bersikap peka, kritis, mandiri dan kreatif.
6. Mengembangkan Pemecahan Masalah
Dalam kegiatan pembelajaran siswa diharapkan mampu untuk memecahkan masalah.maka apabila siswa mampu untuk memecahkan masalah, dengan sendirinya siswa akan siap menghadapitantangan dimasa yang akan dating.
7. Mengembangkan Kreatifitas Siswa
Potensi siwa yang berbeda-beda itu terlihat dalam pola pikir, daya imajinasi fantasi dan hasil karyanya. Karena itu kegiatan pembelajaran perlu dipilih dan dirancang agar memberikan kesempatan dan kegiatan kreasi secara berkesinambungan dalam rangka mengembangkan kreatifitas siswa.
8. Mengembangkan Kemampuan Mengunakan Ilmu Pemgetahuan Dan Teknologi
Siswa perlu mengenal dan mampu menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi sejak didi serta tidak gagap terhadap perkembangan ilmu dan teknologi.
9. Menumbuhkan Kesadaran Sebagai Warga Negara
Dalam kegiatan pembelajaran siswa perlu diberikan wawasan nilai-nalai social kemasyarakatan, patriotism dan semangat cinta tanah air yang dapat membekali siswa agar menjadi warga Negara yang bertanggung jawab serta memiliki semangat nasionalisme dan kebangsaan.
10. Belajar Sepanjang Hayat
Belajar sepanjang hayat sangat diperlukan, karena dunia pada dasarnya terus mengalami perkembangan dan penyempurnaan terutama dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang menuntut manusia untuk belajar dan terus belajar agar dapat mengerti, memahami dan dapat menguasainya.
11. Perpaduan Kemandirian Dan Kerjasama
Dalam kegiatan pembelajaran dengan pemberian tugas-tugas individu untuk menumbuhkan kemandirian dan semangat kompetensi maupun tugas kelompok untuk menumbuhkan kerjasama dan solidaritas.

C. Pemberian Pengalaman Belajar Kepada Siswa
Pemberian pengalaman belajar pada siswa mengacu kepada empat pilar pendidikan yang dikembangkan badan PBB UNESCO yaitu :
1. Belajar untuk mengetahui ( Learning to know )
2. Belajar untuk melakukan ( Learning to do )
3. Belajar untuk diri sendiri ( Learning to be )
4. Belajar untuk hidup bersama / kebersamaan ( Learning to live together )

Menurut pusat kurikulum Balitbang Depdiknas ragam pengalaman belajar yang dapat diberikan kepada siswa meliputi :
1. Pengalaman mental
Beberapa bentuk pengalaman mental dapat diperoleh antara lain melalui membaca buku, mendengarkan ceramah, mendengarkan berita radio, melakukan perenungan, menonton televisi atau film. Pada pengalaman belajar melalui pengalaman mental, biasanya siswa hanya memperoleh informasi melalui indera dengar dan lihat. Ditinjau dari tingkat perkembangan anak, pengalaman belajar melalui indera dengar lebih sulit daripada melalui indera lihat karena melalui indera dengar diperlukan kemampuan abstraksi dan konsentrasi penuh.
2. Pengalaman fisik
Pengalaman belajar jenis ini meliputi kegiatan pengamatan, percobaan, penelitian, kunjungan, karya wisata/study tour, pembuatan buku harian, dan beberapa bentuk kegiatan praktis lainnya. Lazimnya, siswa dapat memanfaatkan seluruh inderanya ketika menggali informasi melalui pengalaman fisik.
3. Pengalaman social
Beberapa bentuk pengalaman sosial yang dapat dilakukan antara lain: melakukan wawancara dengan tokoh, bermain peran, berdiskusi, bekerja bakti, melakukan bazar, pameran, jual beli, pengumpulan dana untuk bencana alam, atau ikut arisan. Pengalaman belajar ini akan lebih bermanfaat kalau masing-masing siswa diberi peluang untuk berinteraksi satu sama lain: bertanya, menjawab, berkomentar, mempertanyakan jawaban, mendemonstrasikan, dan sebagainya.
Selanjutnya pusat kurikulum Balitbang Depdiknas mengklasifikasikan pengalaman belajar dari sudut kekongkritan dan sudut keabstrakan kedalam beberapa bagian,yaitu :
1. Situasi nyata
Kalau guru ingin meningkatkan pemahaman siswa tentang liku-liku sidang tahunan MPR khususnya tentang cara MPR membuat keputusan atau cara MPR menilai pidato pertanggungjawaban presiden, maka siswa perlu dibawa ke gedung MPR untuk mengamati secara langsung sidang MPR. Beberapa kompetensi yang berkaitan dengan kemampuan praktis akan lebih efektif kalau dilaksanakan dengan menghadirkan atau mendatangi situasi dan peristiwa nyata. Cara ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok: situasi nyata, yakni siswa terlibat langsung dan situasi nyata yang siswa hanya sebagai pengamat dan tidak terlibat langsung.
2. Situasi buatan
Tentu saja guru tidak selalu mampu menyediakan situasi nyata. Sekolahsekolah di luar Jakarta dan atau yang jauh dari Jakarta tentu akan sulit menghadiri sidang tahunan MPR. Dengan demikian, peningkatan pemahaman siswa tentang cara MPR membuat keputusan, dapasituasi buatan. Pada kondisi ini, kelas dapat dirancang seperti ruang sidang MPR, siswa-siswa berperan sebagai anggota MPR, dan beberapa di antaranya berperan sebagai ketua dan wakil ketua MPR. Seperti juga pada model situasi nyata, pada model ini pun dapat dibedakan menjadi situasi buatan dengan siswa terlibat langsung dan situasi buatan dengan siswa tidak terlibat langsung.
3. Audio visual
Cara ini menyajikan contoh situasi nyata atau contoh situasi buatan dalam sajian tayangan hidup (film). Tentu saja, cara ini lebih mudah menjadi pengalaman belajar kalau sajian tayangan mengandung unsur cerita yang berkaitan dengan pengalaman dan imajinasi siswa. Pencapaian kompetensi tentang sikap (attitude) seperti pada mata pengajaran Kewarganegaraan dan Pendidikan Agama, akan sangat membantu kalau dikemas dalam suatu cerita tayangan hidup yang menyentuh dimensi emosi dan perasaan.
4. Visualisasi verbal
Cara ini banyak berkaitan dengan membaca buku pelajaran, buku sumber, ensiklopedia, lembar kegiatan/lembar kerja, carta, grafik, tabel. Pada beberapa buku biasanya tidak hanya menyajikan uraian teks, tetapi juga dilengkapi dengan beragam ilustrasi (gambar). Dengan demikian, siswa yang memiliki daya abstraksi lemah dapat terbantu dengan keberadaan ilustrasi/gambar tersebut.
5. Audio verbal
Guru terbiasa menggunakan cara audio-verbal dalam bentuk ceramah. Pada keadaan ini, siswa senantiasa diam-pasif sambil mendengarkan penjelasan guru. Kekurangan atau kelemahan cara ini adalah ada sebagian siswa tidak mudah untuk menyamakan informasi yang diceramahkan guru dengan pengetahuan awal siswa. Kalau keadaan ini berkelanjutan, peristiwa belajar cenderung tidak berlangsung. Untuk mengatasinya, guru harus mengurangi cara ini, atau kalau terpaksa perlu berceramah cukup antara 20 – 25 menit saja dan diselingi dengan kegiatan yang mendorong Lihat, Raba, Bau, Rasa. Materi yang diceramahkan pun perlu kontekstual dengan pengalaman sebagian besar siswa. Contoh: Melakukan Permainan,bermain peran,Diskusi (bertanya, menjawab, berkomentar, mendengar penjelasan, menyanggah),Menggambar dan mengarang,Menulis prosa, puisi, pantun dan lain sebagainya.

D. Perkembangan Kecakapan Hidup ( Life skiil )
Pemberian dan pengembangan life skiil yang diberikan kepada siswa bertujuan untuk :
1. Memfungsikan pendidikan sesuai fitrahnya yaitu mengembangkan fitrah manusiawi peserta didik yang akan memegang peran penting dimasa yang akan dating.
2. Pemberi peluang kepada lembaga pelaksana pendidikan agar dapat mengembangkan pembelajaran secara fleksibel.
3. Memberi bekal kepada tamatan dengan kecakapan hidup yang dibutuhkan agar kelak mampu menghadapi dan memecahkan permasalahan hidup dan kehidupan.

Adapun pemberian dan pengembangan life skiil kepada siswa sangat diperlukan karna berbagai alasan sebagai berikut :
1. Untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupannya siswa harus dibekali dengan keterampilan-keterampilan hidup seperti :
a. Disiplin
b. Jujur
c. Amanah
d. Cerdas
e. Sehat dan bugar
f. Pekerja keras
g. Pandai menerima dan memanpaatkan peluang
h. Mampu bekerjasama dengan orang lain
2. Dengan keterampilan hidup yang diberika disekolah diharapkan adanya kesesuaian antara keterampilan hidup yang telah diberikan dengan keterampilan-keterampilan hidup yang dibutuhkan anak setelah menyelesaikan suatu jenjang pendidikan.
E. Kecakapan Hidup
Kecakapan hidup dibagi menjadi dua bagian,yaitu :
1. Kecakapan hidup umum ( General life skiil ) meliputi :
a. Kesadaran diri
b. Kecakapan berpikir
c. Kecakapan komunikasi
d. Kecakapan kerjasama
2. Kecakapan hidup khusus ( Sefesific life skiil ) dibagi menjadi dua bagian,yaitu :
a. Kecakapan akademik ( Berpikir ilmiah )
• Identifikasi variabel
• Merumuskan hipotesis
• Melaksanakan penelitian
b. Kecakapan vokasinal ( Kejuruan )
• Kecakapan memanfaatkan teknologi
• Mengelola sumberdaya
• Bekerjasama dengan orang lain
• Memanfaatkan informasi
• Mengelola system
• Berwirausaha
• Kecakapan kejuruan
• Memilih dan mengembangkan karir
• Menjaga keharmonisan dengan lingkungan

F. Mengelola Pembelajaran Secara Efektif
1. Pengelolaan kelas atau tempat belajar
a. Pengelolaan meja dan kursi
b. Pengelolaan alat-alat pengajaran
c. Penataan keindahan dan kebersihan kelas
d. Ventilasi dan tata cahaya
e. Pajangan kelas
2. Pengelolaan siswa
Pengelolaan siswa dalam kelas dapat dilakukan secara perorangan,berpasangan,kelompok atau klasifikasi disesuaikan dengan jenis kegiatan.
3. Pengelolaan kegiatan pembelajaran
a. Penyediaan pertanyaan yang mendorong siswa untuk berfikir
b. Penyediaan umpan balik yang bermakna
c. Penyediaan program penilaian yang mendorong siswa melakukan unjuk kerja.
4. Pengelolaan isi atau materi pembelajaran
Pengelolaan atau materi pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus disiapkan dan direncanakan dalan silabus dan system penilaian yang dibuat oleh guru.
5. Pengelolaan sumber belajar
a. Sumberdaya manusia yaitu guru,kepala sekolah dan tenaga pendidik lainnya.
b. Sumber belajar secara fisik adalah perpustakaan,laboratorium,serta media cetak dan media elektronik.